Minggu, 06 Maret 2016

SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA

Diposting oleh Unknown di 23.44.00

SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA




 












BENI ASITA
KEPERAWATAN XIB







SMK N 3 TIDORE KEPULAUAN
2013/2014






KATA PENGANTA

Pertama-tama kami mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan YME, atas berkat dan rahmat-NYA makalah ini dapat di buat dan disampaikan tepat pada waktunya.
Adapun penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas anatomi fisiologi reproduksi pria dan wanita.
Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Kami juga berharap dengan adanya makalah ini dapat menjadi salah satu sumber literatur atau sumber informasi pengetahuan bagi pembaca.
Namun kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dan kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan ini lebih sempurna. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.




Penyusun

Ben Asita









Daftar isi

Kata Pengantar ……………………………………………………………          i
Daftar Isi………………………………………………………………………       ii
BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang Masalah……………………………………..                     1
1.2  Rumusa Masalah………………………………………………..                 1
1.3 Tujuan……………………………………………………………...    1
BAB II Pembahasan
2.1 Sistem Reprodusi Wanita…………………………………………. 2
a.     Alat reprodusi eksternal…………………………………    3
b.     Alat reproduksi internal…………………………………… 4
2.2 Hormon-hormon Reprduksi………………………………………             5
BAB III Penutup
3.1 Kesimulan…………………………………………………..                6
3.2 Saran…………………………………………………………….          6
Daftar Pustaka














BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang
biak.Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya.Reproduksi
atau perkembangbiakan merupakan bagian dari ilmufaal (fisiologi). Reproduksi
secara fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual dan meskipun siklus
reproduksi suatu manusia berhenti,manusia tersebut masih dapat bertahan
hidup sebagai contoh manusia yang dilakukan vasektomi pada organ
reproduksinya (testes atau ovarium) atau mencapai menopause dan
andropouse tidakakan mati.

1.2 Rumusan Masalah
1 Bagaimana siswa dapat memahami bagian-bagian dari alat reproduksi wanita ?
1.3 Tujuan

1. Tujuan Umum
Mengetahui bagaimana memahami bagian-bagian dari alat reproduksi wanta

2. Tujuan Khusus
untuk mengetahui kajian apa saja yang dapat dipecahkan dalam makalah ini dari bahasan alat reproduksi wanita







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sistem Reproduksi Wanita
Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi menurut WHO diartikan sebagai suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.Dengan system reproduksi yang sehat, manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman. Karenanya penting bagi kita untuk mengetahui organ-organ reproduksi sehingga kita mampu menjaga dan merawatnya. Secara umum organ reproduksi dibagi menjadi dua yakni organ reproduksi pria dan wanita. Namun kali ini kita akan membahas secara spesifik tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pada wanita.Organ reproduksi pada wanita terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
  Fungsi dari struktur eksternal reproduksi wanita (alat kelamin) ada dua:
1     Untuk mengaktifkan sperma masuk ke dalam tubuh dan
2        Melindungi organ kelamin internal dari organisme menular.
Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yangterdiri dari
1       Ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur tuba
2       Falopii (ovidak), tempat berlangsungnya pembuahan•
3       Rahim (uterus), tempat berkembangnya embrio menjadi janin•
4       Vagina, merupakan jalan lahir.A

a)     Alat reproduksi luar
1.      Labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak) dan setelah puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut.
2.      Labium minor terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor mengelilingi lubang vagina dan uretra. Jika ada rangsangan,dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar Bartolin.
3.      Uretra terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih.
4.      Klitoris terletak di labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka.
5.         Perineum yaitu labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus.
6.         Himen (selaput Dara). Lubang vagina dikeliling oleh himen (selaput dara). Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi. Karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak.
b) Alat reproduksi dalam
Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm. Sepertiga bagian bawah vagina merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. Dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang.

Alat-alat reproduksi dalam wanita terdiri dari:
1.      Serviks (leher rahim) terletak di puncak vagina. Selama masa reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut. Sebelum pubertas dan sesudah menopause, lapisan lender menjadi licin
2.      Rahim (uterus) merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina. Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen. Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim). Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Korpus biasanya bengkok ke arah depan.
Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. Korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur).
3.      Tuba falopi (fallopi tube) membentang sepanjang 5-7,6 cm dari tepi atas rahim ke arah ovarium. Ujung dari tuba kiri dan kanan membentuk corong sehingga memiliki lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnye ketika dilepaskan dari ovarium.
4.      Ovarium tidak menempel pada tuba falopii tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen. Sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambut getar) dan otot pada dinding tuba. Jika di dalam tuba sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka sel telur yang telah dibuahi ini mulai membelah





2.2 Hormon-hormon reproduksi
           
1                 Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen
tapiyang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen
berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada
wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut
kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklusmenstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dankuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.
2     Progesterone Hormon inidiproduksi oleh korpus luteum
Progesterone mempertahankan ketebalan endometrium sehingga
dapat menerima implantasizygot.Kadar progesterone terus
dipertahankan selama trimester awal kehamilansampai plasenta
dapat membentuk hormone HCG.

3.      Gonadotropin Releasing HormoneGNRH merupakan hormon yang
diproduksi oleh hipotalamus diotak.GNRH akan merangsang
pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) dihipofisis. Bila kadar estrogen tinggi,  maka estrogen akan memberikanumpanbalik ke
hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
4     FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksioleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel.Dari folikel yang matang akan dikeluarkan ovum.Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.

5.      LH (Luteinizing Hormone) /ICSH (InterstitialCell
StimulatingHormone) Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge).Selamafase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum
pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga
periodic / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase
siklus, waktu paruheliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat







BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk
menghasilkan ovum. Kematangan sel telur atu ovum ditandai menarche
pada usia antara 13-16 tahun. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma
dan sel ovum akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin

3.2 Saran
Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan siswa .Pengetahuan mengenai seks & seksualitas hendaknya dimiliki oleh semua orang. Dengan pengetahuan yang dimiliki diharapkan orang tersebut akan dapat menjaga alat reproduksinya untuk tidak digunakan secara bebas tanpa mengatahui dampaknya, Pengetahuan yang diberikan harus mudah dipahami, tepat sasaran.

0 komentar:

Posting Komentar

Music

 

Remember Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea