SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA
BENI ASITA
KEPERAWATAN XIB
SMK N 3 TIDORE KEPULAUAN
2013/2014
KATA PENGANTA
Pertama-tama
kami mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan YME, atas berkat dan rahmat-NYA
makalah ini dapat di buat dan disampaikan tepat pada waktunya.
Adapun
penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas anatomi fisiologi
reproduksi pria dan wanita.
Selain
itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penulisan makalah ini. Kami juga berharap dengan adanya makalah ini dapat
menjadi salah satu sumber literatur atau sumber informasi pengetahuan bagi
pembaca.
Namun
kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kami memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dan kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan ini lebih
sempurna. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Penyusun
Ben
Asita
Daftar
isi
Kata
Pengantar …………………………………………………………… i
Daftar
Isi……………………………………………………………………… ii
BAB
I Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang Masalah…………………………………….. 1
1.2 Rumusa
Masalah……………………………………………….. 1
1.3 Tujuan……………………………………………………………... 1
BAB
II Pembahasan
2.1
Sistem Reprodusi Wanita…………………………………………. 2
a. Alat
reprodusi eksternal………………………………… 3
b.
Alat reproduksi internal…………………………………… 4
2.2
Hormon-hormon Reprduksi……………………………………… 5
BAB
III Penutup
3.1 Kesimulan………………………………………………….. 6
3.2 Saran……………………………………………………………. 6
Daftar
Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sistem reproduksi adalah sistem
yang berfungsi untuk berkembang
biak.Terdiri dari testis, ovarium
dan bagian alat kelamin lainnya.Reproduksi
atau perkembangbiakan merupakan
bagian dari ilmufaal (fisiologi). Reproduksi
secara fisiologis tidak vital bagi
kehidupan individual dan meskipun siklus
reproduksi suatu manusia berhenti,manusia
tersebut masih dapat bertahan
hidup sebagai contoh manusia yang
dilakukan vasektomi pada organ
reproduksinya (testes atau ovarium)
atau mencapai menopause dan
andropouse tidakakan mati.
1.2 Rumusan Masalah
1
Bagaimana siswa dapat memahami bagian-bagian dari alat reproduksi wanita ?
1.3 Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui bagaimana memahami bagian-bagian dari alat reproduksi wanta
2. Tujuan Khusus
untuk mengetahui kajian apa saja yang dapat dipecahkan dalam makalah ini dari
bahasan alat reproduksi wanita
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Reproduksi Wanita
Penting bagi kita untuk menjaga
kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi menurut WHO diartikan sebagai suatu
keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit
atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi,
fungsi serta prosesnya.Dengan system reproduksi yang
sehat, manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan
fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman. Karenanya penting bagi
kita untuk mengetahui organ-organ reproduksi sehingga kita mampu menjaga dan
merawatnya. Secara umum organ reproduksi dibagi menjadi dua yakni organ
reproduksi pria dan wanita. Namun kali ini kita akan membahas secara spesifik
tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pada wanita.Organ reproduksi
pada wanita terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar
terletak dalam rongga panggul.
Fungsi dari struktur eksternal reproduksi wanita (alat kelamin) ada dua:
1 Untuk
mengaktifkan sperma masuk ke dalam tubuh dan
2
Melindungi
organ kelamin internal dari organisme menular.
Organ kelamin dalam
membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yangterdiri dari
1 Ovarium (indung
telur), menghasilkan sel telur tuba
2 Falopii (ovidak),
tempat berlangsungnya pembuahan•
3 Rahim (uterus),
tempat berkembangnya embrio menjadi janin•
4
Vagina, merupakan jalan lahir.A
a) Alat reproduksi luar
1.
Labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan
kelenjar sebasea (penghasil minyak) dan setelah puber, labium mayor akan
ditumbuhi rambut.
2.
Labium minor terletak tepat di sebelah dalam
dari labium mayor mengelilingi lubang vagina dan uretra. Jika ada
rangsangan,dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir)
yang dihasilkan oleh kelenjar Bartolin.
3.
Uretra terletak di depan vagina dan merupakan
lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih.
4.
Klitoris terletak di labium minora kiri dan
kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yang merupakan penonjolan kecil
yang sangat peka.
5.
Perineum yaitu labium mayor kiri dan kanan
bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan
fibromuskuler diantara vagina dan anus.
6.
Himen (selaput Dara). Lubang vagina
dikeliling oleh himen (selaput dara). Kekuatan himen pada setiap wanita
bervariasi. Karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen
bisa robek atau bisa juga tidak.
b) Alat reproduksi dalam
Dalam keadaan normal, dinding
vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di
dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau
selama melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki
panjang sekitar 7,6-10 cm. Sepertiga bagian bawah vagina merupakan otot yang
mengontrol garis tengah vagina. Dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas
otot tersebut dan mudah teregang.
1.
Serviks
(leher rahim)
terletak di puncak vagina. Selama masa reproduktif, lapisan lendir vagina
memiliki permukaan yang berkerut-kerut. Sebelum pubertas dan sesudah menopause,
lapisan lender menjadi licin
2.
Rahim (uterus) merupakan suatu organ yang
berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina. Rahim terletak di
belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen. Rahim
terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim). Serviks merupakan
uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Korpus biasanya bengkok ke
arah depan.
Selama masa reproduktif, panjang
korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. Korpus
merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama
proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar
melalui serviks dan vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan
sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanya
merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan
selama masa ovulasi (pelepasan sel telur).
3.
Tuba
falopi (fallopi tube)
membentang sepanjang 5-7,6 cm dari tepi atas rahim ke arah ovarium. Ujung dari
tuba kiri dan kanan membentuk corong sehingga memiliki lubang yang lebih besar
agar sel telur jatuh ke dalamnye ketika dilepaskan dari ovarium.
4.
Ovarium tidak menempel pada tuba falopii
tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen. Sel telur bergerak di
sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambut getar) dan otot pada
dinding tuba. Jika di dalam tuba sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi,
maka sel telur yang telah dibuahi ini mulai membelah
2.2 Hormon-hormon reproduksi
1 Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak
jenis dari estrogen
tapiyang
paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen
berguna
untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada
wanita
yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut
kemaluan,dll.
Estrogen juga berguna pada siklusmenstruasi dengan membentuk ketebalan
endometrium, menjaga kualitas dankuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga
sesuai untuk penetrasi sperma.
2 Progesterone Hormon inidiproduksi oleh korpus luteum
Progesterone mempertahankan ketebalan endometrium sehingga
dapat
menerima implantasizygot.Kadar progesterone terus
dipertahankan
selama trimester awal kehamilansampai plasenta
dapat
membentuk hormone HCG.
3.
Gonadotropin Releasing HormoneGNRH merupakan
hormon yang
diproduksi
oleh hipotalamus diotak.GNRH akan merangsang
pelepasan
FSH (folikl stimulating hormone) dihipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikanumpanbalik ke
hipotalamus
sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
4 FSH
(folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)Kedua hormon ini dinamakan
gonadotropoin hormon yang diproduksioleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH.
FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel.Dari folikel yang matang akan dikeluarkan
ovum.Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu
tertentu oleh LH.
5.
LH (Luteinizing Hormone) /ICSH (InterstitialCell
StimulatingHormone) Diproduksi di sel-sel kromofob
hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel
(sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di
pertengahan siklus (LH-surge).Selamafase luteal siklus, LH meningkatkan dan
mempertahankan fungsi korpus luteum
pascaovulasi
dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga
periodic
/ pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase
siklus,
waktu paruheliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada
system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk
menghasilkan
ovum. Kematangan sel telur atu ovum ditandai menarche
pada usia antara 13-16 tahun.
Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma
dan sel ovum akan terjadi kehamilan
yang akan berkembang menjadi janin
3.2 Saran
Diharapkan makalah ini dapat
menambah pengetahuan siswa .Pengetahuan mengenai seks & seksualitas
hendaknya dimiliki oleh semua orang. Dengan pengetahuan yang dimiliki
diharapkan orang tersebut akan dapat menjaga alat reproduksinya untuk tidak
digunakan secara bebas tanpa mengatahui dampaknya, Pengetahuan yang diberikan
harus mudah dipahami, tepat sasaran.
0 komentar:
Posting Komentar