Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa
anak menuju masa dewasa. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan,
baik fisik maupun psikis.Perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik, dimana
tubuh berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang
disertai pula orang dewasa. Pada periode ini pula remaja berubah dengan
menunjukkan gejala primer dan sekunder dalam pertumbuhan remaja.
Masa Remaja
Masa remaja atau masa puber merupakan masa peralihan antara
masa anak-anak dan masa dewasa. Pada masa ini terjadi pematangan dan
perkembangan yang pesat pada fisik, kejiwaan, emosi, sosial, dan intelektual.
Perkembangan jasmani atau fisik remaja ditandai dengan mulai aktifnya hormon
seks (kelamin). Hormon seks berfungsi mempercepat pertumbuhan, termasuk
peningkatan berat badan. Pada awalnya anak perempuan tumbuh lebih cepat
daripada anak laki-laki karena anak perempuan, lebih awal mengalami pubertas.
Akan tetapi, anak laki-laki akan segera mengikuti dan melebihi pertumbuhan anak
perempuan pada usia 14 sampai 15 tahun.
Hormon seks yang mulai aktif memicu bekerjanya alat-alat
reproduksi. Anak perempuan dan anak laki-laki saat itu mulai bersiap-siap
menjadi perempuan dan laki-laki muda yang sudah bisa bereproduksi dan
menghasilkan anak. Saat inilah terjadi perubahan fisik yang ditunjukkan dengan
adanya tanda-tanda kelamin primer dan tanda-tanda kelamin sekunder.
a. Tanda-Tanda Kelamin Primer
1.
Pada wanita
Masa pubertas anak perempuan mulai berlangsung antara umur
10 dan 11 tahun, dapat lebih awal atau lebih akhir. Mulai saat itu, sistem
reproduksi (alat perkembangbiakan) anak perempuan aktif bekerja untuk
mempersiapkan diri menjalankan fungsi reproduksi. Fungsi reprofuksi perempuan meliputi
menghasilkan sel kelamin betina atau ovum (sel telur), menerima sel sperma (sel
kelamin jantan), memberikan keadaan yang cocok untuk terjadinya pembuahan, dan
mampu memberi makanan bayi yang sedang berkembang, baik sebelum maupun sesuah
melahirkan. Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan dinding uterus dan
pelepasan sel telur dari indung telur (ovarium).
Proses pematangan sel telur berlangsung dalam sebuah
folikel, yaitu sel pembungkus penuh cairan yang mengelilingi sel telur. Pada
saat pematangan sel telur, sel-sel folikel juga berfungsi sebagai kelenjar
endokrin (kelenjar buntu atau kelenjar hormon) yang menghasilkan hormon kelamin
(seks), yaitu estrogen. Estrogen inilah yang berperan dalam perkembangan
tanda-tanda kelamin sekunder anak perempuan. Estrogen juga berperan membangun
lapisan dalam dinding uterus. Produksi estrogen oleh folikel dirangsang oleh
FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone)
yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis.
Setelah dilepaskan dari ovarium, sel telur bergerak di
sepanjang saluran telur atau oviduk (tuba Fallopi) menuju ke uterus. Uterus
merupakan tempat untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dinding
dalam uterus dilapisi selaput tebal yang penuh pembuluh darah sebagai persiapan
untuk menerima telur yang sudah dibuahi dan memeliharanya. Jika selama satu
atau dua hari sesudah ovulasi tidak terjadi pembuahan, sel telur mati.
Setelah melepaskan sel telur, folikel berubah menjadi badan
kuning (korpus luteum) yang akan menghasilkan hormon progesteron untuk
mempertebal lapisan dalam uterus, menghambat kontraksi uterus supaya kehamilan
dapat terjaga, dan menghambat pembentukan sebuah folikel baru. Jika tidak
terjadi pembuahan sel telur, produksi hormon progesteron akan mulai menurun
pada hari ke 12 sesudah ovulasi karena korpus luteum mulai berdegenerasi
(rusak). Keadaan ini menyebabkan otot uterus berkontraksi sehingga terjadi
peluruhan lapisan dalam dinding uterus yang banyak mengandung pembuluh darah.
Oleh karena itu, terjadi perdarahan yang keluar melalui vagina selama beberapa
hari yang disebut menstruasi (haid). Perempuan umumnya berhenti
menghasilkan sel telur atau berhenti mengalami menstruasi setelah berumur 50
tahun yang disebut menopause.
Siklus menstruasi pada seorang wanita terjadi setiap periode
tertentu, untuk tiap individu dapat berbeda-beda, yaitu berkisar antara 20
sampai 40 hari. Namun pada umumnya berlangsung pada 28 hari.
Perasaan kurang nyaman biasanya dialami beberapa perempuan
pada hari permulaan haid. Menjelang haid, beberapa perempuan ada yang menjadi
gugup, mudah tersinggung, lekas marah, atau sakit kepala. Hal itu dapat terjadi
pada remaja pada saat pertama kali mengalami haid. Ada yang merasakan
ketegangan seperti itu hingga dewasa. Kondisi itu terjadi karena perubahan
keadaan hormon kelamin dalam tubuh.
Haid yang normal berlangsung antara 4 sampai 5 hari, mungkin
sering diikuti dengan pengeluaran darah yang berlangsung beberapa hari.
Perdarahan atau haid yang berlangsung lebih dari 7 hari dianggap tidak normal
dan perlu dicari penyebabnya.
Beberapa kelainan dapat menyebabkan perdarahan hebat saat
haid, antara lain penyakit tumor rahim, kekurangan vitamin B, mengerasnya
jaringan hati, dan penyakit jantung. Pada perempuan hamil, perdarahan hebat
dapat disebabkan oleh terjadinya keguguran atau kehamilan di luar kandungan.
Hal penting yang harus diketahui perempuan yang sedang haid, terutama remaja,
ialah menjaga kebersihan dan memilih kegiatan yang sesuai. Usaha menjaga
kebersihan dilakukan dengan mengenakan pembalut wanita yang higienis. Walaupun
saat haid banyak yang mengalami ketegangan dan ketidakstabilan emosi, sebaiknya
tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk mengurangi rasa nyeri saat haid,
hendaknya melakukan kegiatan seperlunya dan harus cukup beristirahat atau minum
obat penyebab nyeri.
2.
Pada Pria
Tanda-tanda kelamin primer pada anak laki-laki ditunjukkan
dengan aktifnya sistem reproduksi. Alat-alat reproduksinya mengalami
perkembangan yang cepat. Perubahan yang dapat diamati, yaitu pertumbuhan
testis, pertumbhan penis, dan skrotum (kantung testis) menjadi berwarna lebih
gelap dan lebih berkeriput. Testis mulai menghasilkan sel kelamin jantan atan sperma.
Testis menghasilkna jutaan sperma setiap hari. Kadang-kadang, sperma yang sudah
masak akan keluar secara tidak sadar saat tidur atau mimpi basah. Peristiwa ini
dinamakan pollusi.
Proses pembuatan sperma membutuhkan suhu yang lebih
rendah dari suhu tubuh. Oleh karena itu, testis berada di luar rongga tubuh
dalam keadaan menggantung. Selain menghasilkan sperma, testis juga menghasilkan
hormon seks yaitu testosteron. Testosteron adalah hormon seks
utama yang berperan dalam pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder.
b. Tanda-Tanda Kelamin Sekunder
Datangnya masa pubertas dan kecepatan perubahan yang terjadi
pada anak perempuan tidak sama. Aktifnya hormon seks menandai datangnya masa
pubertas. Hormon ini menyebabkan kecepatan pertumbuhan meningkat serta meningkatnya
berat badan. Beberapa perubahan tubuh yang terjadi pada anak perempuan antara
lain payudara mulai tumbuh dan berkembang, tumbuhnya rambut ketiak, aktifnya
kelenjar keringat di ketiak, tumbuhnya rambut kemaluan, kelenjar minyak di
kulit bekerja lebih aktif, dan terjadinya penimbunan lemak di bawah kulit
sehingga menyebabkan bentuk badan perempuan lebih bulat.
Anak laki-laki umumnya mencapai masa pubertas lebih lambat
dari anak perempuan. Akan tetapi saat hormon seks mulai aktif, pertumbuhan anak
laki-laki akan melebihi anak perempuan. Sama halnya dengan perempuan, pada
laki-laki yang mengalami masa pubertas juga terdapat tanda-tanda kelamin
sekunder. Hal ini ditunjukkan dengan tubuh yang makin, dada dan bahu makin
bidang, tumbuhnya rambut kemaluan, serta suara menjadi lebih berat karena
berkembangnya ukuran laring (kotak suara) di leher. Perubahan lain yang terjadi
pada masa pubertas, yaitu aktifnya kelenjar keringat di ketiak, tumbuhnya
rambut di ketiak dan bagian tubuh lain, tumbuhnya rambut halus di wajah, serta
lebih aktifnya kelenjar minyak di kulit.
Selain perubahan fisik, masa pubertas juga menyebabkan
terjadinya perkembangan emosi ditandai dengan energi yang meledak-;edak. Akan
tetapi, remaja pada masa ini masih canggung dalam menjalin hubungan sosial,
terutama dengan orangtua. Akibatnya, mereka lebih senang mencari perhatian dan
menjalin pergaulan dengan teman sebayanya.
Perkembangan intelektual remaja ditandai dengan lebih mudah
menerima pelajaran karena kecerdasan berkembang cepat dan meningkatnya
kecepatan persepsi pandangan. Kondisi ini didukung dengan meninhkatnya
perkembangan daya ingat serta kecepatan dan ketepatan keterampilan motorik.
Perkembangan mentalnya berubah lebih cepat dibandingkan perkembangan fisik,
seiring dengan perkembangan intelektualnya, pada diri remaja timbul keinginan
untuk membentuk dunianya yang ideal dengan mengidolakan seseorang dan
mencontohnya. Perkembangan fisik, jiwa, emosi, sosial, dan intelektualnya harus
diiringi dengan penanaman nilai-nilai spiritual untuk mengendalikan sifat-sifat
negatif.
0 komentar:
Posting Komentar