Minggu, 12 Juni 2016

Homeostatis Dan Homeodinamik

Diposting oleh Unknown di 08.16.00
Hemeostatis adalalah suatu proses yang terjadi secara terus-menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptaasi terhadap kondisi lingkungan sekitar. Homeostatis merupakan mekanisme tumbuhan untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dialaminya. Proses homeostatis ini dapat terjadi secara alamiah apabila tubuh mengalami stress.
Homeostatis terdiri atas homeostatis fisiologis dan psikologis. Dalam tubuh manusia, homeostatis fisiologis dapat dikendalikan oleh system endokrin dan system saraf otonom. Proses homeostatis fisiologis ini terjadi melalui empat cara sebagai berikut.
1.      Pengaturan fdiri (self regulation). Secara otomatis, cara ini terjadi pada orang yang sehat, seperti pengaturan fungsi organ tubuh.
2.      Kompensasi. Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan dalam tubuh. Sebagai contoh, pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi fisiul pada saaat tubuh mengalami ancaman, peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan suhu tubuh, serta penyempitan pembuluh darah perifer dan terangsangnya pembulu darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan yang dapat menghasilkan panas (misalnya menggil) sehingga suhu tubuh tetap stabil apabila lingkungan menjadi dingin secara tiba-tiba.
3.      Umpan balik negative. Cara ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik negative untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi. Contoh, apabila tekanan darah meningkat akan meningkatkan baroceptor. Kemudian akan menurunkan rangsangan pada simpatik yang meningkatkan para simpati, menurunkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi, terjadi dilatasi pembuluh darah dan akhirnya menurunkan tekanan darah sampai pada keadaan normal melalui feedback mekanisme.
4.      Umpan balik positif untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis.  Sebagai contoh, terjadinya proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke sel tubuh, apabila seseorang mengalami hipoksia. Kondisi mekanisme tubuh tersebut terkait dengan kondisi dalam keadaan sakit.
Homeostatis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental.proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contohnya adalah mekanisme pertahanan diri seperti menangis, tertawa, berteriak, memukul, meremas, mencerca, dan lain-lain.

Dengan demikian, pada intinya proses homeostatis adalah keseimbangan dalam tubuh.


HOMEODINAMIK
Homeodinamik merupakan pertukaran energy antara manusia dan lingkungannya secra terus-menerus. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya.
       Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu-kesatuan utuh, memiliki karakternya yang berbeda-beda, proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan memengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri. Dalam proses homeodinamik, terdapat beberapa prinsipmenurut teori Rogers sebagai berikut :
1.      Prinsip integral, yaitu prinsip utama dalam hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara manusia dan lingkungan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus-menerus karena adanya interaksi yang saling mempengaruhi antar manusia dan lingkungan.
2.      Prinsip resonansi, yaitu prinsip bahwa proses kehidupan manuusia selalu berirama dan frekuensinya berfariasi karena manusia memiliki pengalaman dalam berdaptasi dengan lingkungan.
3.      Prinsip helicy, yaitu prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kedhidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan (Falco dan Lobo)

0 komentar:

Posting Komentar

Music

 

Remember Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea